+6282122745255

+62274-2882040

© 2000 - 2019 by Tetransport Yogyakarta

Search

Full Review Yamaha Xmax 250, temukan disini! Sewa Xmax Jogja.

Updated: Dec 15, 2019


No Credit

Jakarta - Yamaha XMAX memang fenomenal, sejak diperkenalkan di Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2016 silam, langsung jadi favorit di kelasnya. Harga belum diumumkan pun yang inden mengular! Apalagi setelah resmi dijual hanya Rp 55 juta, dalam sehari inden online terdaftar lebih dari 1.000 orang!

Panjangnya antrian penginden dan terbatasnya kemampuan produksi di pabrik Yamaha Pulogadung, Jaktim, berimbas pula pada ketersediaan unit tes, termasuk untuk media, yang sampai sekarang belum ada.

Karena rasa penasaran OTOMOTIF yang tinggi, akhirnya pinjam ke Steven Lay, pemilik Layz Motor yang kebetulan sudah dapat duluan, karena inden sejak IMOS. Terima kasih ya bro!

Nah bagaimana impresi dan performa mengendarai skutik yang masuk dalam jajaran Yamaha Maxi ini? Mari kita simak hasil tesnya. Tim OTOMOTIF

Odometer - No Credit

Desain

Dari sisi desain, tidak perlu panjang lebar. Kendati bongsor, namun tampangnya terlihat sangar! Terutama kalau melihat desain lampu depan, dengan detail adanya DRL yang mirip mata alien.

Begitu juga lampu remnya, juga keren karena ada DRL yang bentuknya seirama depan. Oiya jangan heran jika beberapa bagian bodi motor ini sudah dilapis karbon, karena memang sudah dimodifikasi oleh Layz Motor. Sedang aslinya tentu polos.

Fitur & Teknologi

Fitur XMAX sudah dibahas lengkap di edisi 04:XXVII, tapi biar enggak lupa kita ulas yang jadi andalan utamanya. Pertama lampu-lampu sudah LED kecuali sein. Berikutnya pakai smart key system, yang juga ada immobilizer dan answer back system.

Fitur keselamatan ada Traction Control System (TCS) dan ABS, jadi saat akselerasi lebih aman karena roda belakang tidak akan slip, begitu juga ketika pengereman. TCS ini bisa dimatikan, caranya tekan beberapa detik tombol Info/Trip di setang kanan. Siapa tahu mau burn out kan?

Bags - No Credit

Melihat spidometernya, info yang disajikan memang lengkap banget. Namun yang paling menarik tentu ada info TCS on atau off, suhu udara, konsumsi bensin dan tak lupa ada trip v-belt, trip oil, trip time dan tegangan aki.

Jika bicara akomodasi, XMAX ini termasuk yang paling lega. Bagasi di bawah joknya bisa muat 2 helm full face dan berbagai barang lain.

No Credit

Belum lagi ada 2 konsol di bawah setang, dan yang kiri berisi power outlet 12 volt, makanya ada kuncinya agar smartphone enggak mudah dicuri atau jatuh, sedang yang kanan tanpa kunci. Guna menunjang kenyamanan, XMAX dibekali windshield yang bisa diatur rendah atau tinggi kendati masih manual.

Pada motor milik Layz Motor ini sudah diseting tinggi, sehingga angin tidak mengenai kepala, cuma ternyata untuk rider 173 cm terasa tanggung, karena pas lurus pandangan mata kena tepat di lekukan.

Kenyamanan ditunjang juga dengan suspensi depan model motor sport yang panjang berdiameter 37 mm, sedang belakang suspensi ganda dengan setelan pre-load. Dibekali juga dengan ban lebar, depan 120/70-15 dan belakang 140/70-14.

Mesinnya berkonsep Blue Core pakai one piece forged crankshaft dan semi-dry sump. Kapasitas 250 cc, SOHC 4 klep injeksi berpendingin cairan. Radiatornya terletak tepat di belakang ban depan, untuk membuang udara panas ada salauran untuk mengarahkan ke bawah motor.

No Credit

Riding Position & Handling

Tinggi jok sebenarnya hanya 795 mm, cukup pendek, namun ternyata Tester OTOMOTIF yang berpostur 173 cm saat berhenti kedua kaki tidak bisa menapak sempurna, tentu karena joknya lebar sehingga kaki mesti mengangkang. Mirip naik TMAX!

Ketika naik, posisinya santai sih karena ruang kaki terbilang sangat lega, posisi kaki bisa selonjoran atau menekuk normal. Ruang yang lega bisa jadi karena motor ini juga dipasarkan di Eropa, jadi mengakomodasi juga postur bule, bedanya di sana pakai mesin 300 cc.

Setangnya cukup lebar dan mudah diraih, letaknya agak rendah sehingga membuat posisi duduk cukup tegak. OTOMOTIF juga sempat jadi pembonceng, ternyata joknya lebar banget dan tinggi! Oiya bicara jok, busa dan kulitnya empuk banget, bikin betah duduk lama, enggak bikin pedas.

No Credit

Soal handling, kendati bobotnya mencapai 179 kg, namun ternyata kalau sudah jalan tetap terasa enteng.  Cuma dengan jarak sumbu roda lebih dari 1,5 meter (1.540 mm) dan bodi yang lebarnya 775 mm, diajak menembus jalan padat khas kota besar tentu tidak bisa selincah Yamaha Aerox 155.

Termasuk ketika di parkiran, jika akan putar arah maka butuh usaha ekstra, harus sabar! Apalagi saat puasa begini ya? Hehe..

Jika kondisi jalan lancar, tentu saja bisa lebih nikmat untuk betot gas, cuma jangan kaget saat melibas jalan bergelombang atau menikung dalam kecepatan tinggi, ternyata ayunan pantat motor terasa berlebihan, karena rebound sokbreker belakang terlalu cepat.

Tapi karakter suspensi yang empuk tetap ada positifnya, dipakai jalan santai atau ketika melibas jalan rusak jadi nyaman. Apalagi joknya kan empuk banget!

No Credit

Performa

Mesin 250 cc yang dipakai punya bore x stroke 70 x 64,9 mm, mekanisme katup SOHC 4 klep dengan pengaturan celah pakai shim. Rasio kompresi 10,5±0,4:1. Tenaga maksimalnya diklaim 22,5 dk di 7.000 rpm dan torsi 24,3 Nm di 5.500 rpm.

Karakter mesinnya ternyata tergolong smooth, kendati rpm langsung naik tinggi ketika gas dipelintir sampai mentok, tapi entakan tenaganya tidak mengagetkan. Penyaluran tenaga dan torsi dari mesin ke roda terasa linear naik perlahan. Termasuk ketika dientak saat akan menyalip.

Tentunya karakter smooth ini membuat berkendara jadi lebih nyaman. Dan bagi rider pemula pun akan dengan mudah mengendalikan XMAX ini, tanpa khawatir over power. Lebih dari cukup sih untuk penggunaan harian.

Karakter akselerasi smooth tadi terlihat dari hasil tes akselerasi pakai Racelogic. 0-60 km/jam XMAX butuh waktu 5,2 detik, beda tipis dengan Aerox 155 VVA yang mencatatkan waktu 5,4 detik.

Tapi atasnya tentu tetap jauh, kapasitas mesin tetap tidak bohong, meraih 0-100 km/jam XMAX hanya 13,8 detik, sedang Aerox 16,7 detik. Data lengkap bisa simak di tabel.

Konsumsi Bensin

Dengan adanya info konsumsi bensin di spidometer, baik average maupun current, tentu sangat memudahkan. Dan ternyata setelah dipakai berkeliling seputaran Jakarta dan sekitarnya, dengan kecepatan motor yang bervariasi tergantung kondisi jalan, rata-rata konsumsi bensinnya 28 km/L. Cukup irit ya?


Data tes: 0-60 km/j: 5,2 detik 0-80 km/j: 8,2 detik 0-100 km/j: 13,8 detik 0-100 m: 7,9 detik 0-201 m: 12,1 detik 0-402 m: 19,2 detik Konsumsi bensin: 28 km/L


Data spesifikasi: Tipe mesin: Liquid Cooled 4-stroke, SOHC Jumlah/Posisi silinder: Single Cylinder Diameter x langkah: 70,0 x 64,9 mm Perbandingan Kompresi: 10,5±0,4:1 Daya maksimum: 22,5 dk (16,8 Kw)/7.000 rpm Torsi maksimum: 24,3 Nm/5.500 rpm Sistem starter: Electric Starter Sistem pelumasan: Wet Sump Kapasitas oli mesin: Total= 1,7 L; Berkala= 1,5 L Sistem bahan bakar: Fuel Injection Tipe kopling: Single Dry Clutch Tipe transmisi: Full Automatic P X L X T: 2.185 X 775 X 1.465 mm Jarak sumbu roda: 1.540 mm Jarak terendah: 135 mm Tinggi tempat duduk: 795 mm Berat isi: 179 kg Kapasitas tangki bensin: 13 Liter Tipe rangka: Underbone Suspensi depan: Teleskopik Suspensi belakang: Unit Swing Ban depan: 120/70-15M/C 56P Ban belakang: 140/70-14M/C 62P Rem Depan: Disc Brake Rem belakang: Disc Brake Sistem pengapian: TCI Battery: GTZ8V


Dapatkan penawaran menarik dari kami Tetransport Yogyakarta Hanya dengan membayar Rp 300.000 sudah termasuk helmet, medkit, dan rain-coat. Anda sudah bisa menikmati kendaraan ini selama 24 jam, tanpa harus membelinya. Special untuk blogger buddies masukan kode 'HELLO' dalam formulir pemesanan nikmati potongan harga s/d 5%.

Book Now! Pay Latter. Book Online.

#SewaXmaxJogja #RentXmax #SewaMotorXmax #XmaxSewa #Travel #Liburan #Yogyakarta #Indonesia

Tulisan ini berasal dari redaksi OtomotifNet.com.

Tim Editor.

Dimas Pradopo - Editor

169 views